Penyakit Beri Beri
Penyakit Beri Beri Ketika Tubuh Kekurangan Vitamin B1

Penyakit Beri Beri Ketika Tubuh Kekurangan Vitamin B1

Penyakit Beri Beri Ketika Tubuh Kekurangan Vitamin B1

Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Penyakit Beri Beri
Penyakit Beri Beri Ketika Tubuh Kekurangan Vitamin B1

Penyakit Beri Beri Di Sebabkan Oleh Kekurangan Vitamin B1 Atau Tiamin, Vitamin Penting Yang Berperan Dalam Metabolisme Energi Dan Fungsi Saraf. Kondisi ini umumnya muncul pada orang yang pola makannya kurang seimbang, terutama di daerah yang mengonsumsi beras putih sebagai makanan pokok tanpa adanya variasi nutrisi lain. Proses penggilingan beras yang menghilangkan lapisan kulit ari menyebabkan hilangnya kandungan tiamin, sehingga risiko kekurangan vitamin B1 semakin tinggi. Selain itu, alkoholisme, penyakit kronis, dan gangguan penyerapan nutrisi dapat memperburuk kondisi ini.

Beri-beri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu beri-beri kering dan beri-beri basah. Beri-beri kering mempengaruhi sistem saraf perifer, sehingga menyebabkan kelemahan otot, kesemutan, mati rasa, hingga kesulitan berjalan. Penderitanya sering merasa cepat lelah dan kehilangan kemampuan motorik secara bertahap. Sementara itu, beri-beri basah menyerang sistem kardiovaskular. Gejalanya meliputi jantung berdebar, sesak napas, pembengkakan kaki, serta gangguan sirkulasi. Jika tidak segera ditangani, komplikasi pada jantung dapat menjadi fatal.

Dalam dunia medis modern, Penyakit Beri Beri sebenarnya dapat di cegah maupun diobati dengan mudah melalui konsumsi vitamin B1 yang cukup. Pemberian suplemen tiamin biasanya memberikan efek perbaikan yang cepat, terutama pada fase awal penyakit. Namun pada kasus yang sudah parah, perawatan intensif mungkin diperlukan. Pola makan seimbang menjadi langkah pencegahan utama—mengonsumsi makanan kaya vitamin B1 seperti ikan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, telur, dan daging sangat dianjurkan. Bagi bayi, ASI dari ibu yang bergizi baik juga meminimalkan risiko terjadinya beri-beri infantil.

Walaupun Penyakit Beri Beri sudah jarang di temukan di negara maju, beri-beri masih menjadi ancaman di beberapa wilayah berkembang yang mengalami keterbatasan akses makanan bernutrisi. Edukasi tentang pentingnya gizi, suplementasi tiamin, dan peningkatan kualitas konsumsi makanan pokok berperan penting dalam menekan angka kejadian penyakit ini.

Gejala-Gejala Beri-Beri Yang Dapat Muncul Pada Penderitanya

Berikut penjelasan Gejala-Gejala Beri-Beri Yang Dapat Muncul Pada Penderitanya. Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis utama, sehingga gejalanya juga berbeda:

  1. Gejala Beri-Beri Kering (Dry Beriberi)

Jenis ini menyerang sistem saraf perifer dan otot. Gejalanya meliputi:

  • Kesemutan pada kaki dan tangan
    Sensasi seperti di tusuk jarum, biasanya dimulai dari ujung kaki.
  • Mati rasa atau kehilangan sensasi
    Saraf yang melemah membuat penderitanya sulit merasakan sentuhan.
  • Kelemahan otot
    Kaki mudah lelah, tidak kuat berjalan jauh, bahkan bisa terjadi kelumpuhan.
  • Koordinasi tubuh menurun
    Penderita merasa sulit mengontrol gerakan, berjalan menjadi tidak stabil.
  • Kram atau nyeri otot
    Kekurangan tiamin mengganggu aktivitas saraf yang mengatur otot.
  • Refleks tubuh menurun
    Dokter biasanya menemukan penurunan respons refleks pada tungkai.
  1. Gejala Beri-Beri Basah (Wet Beriberi)

Jenis ini menyerang jantung dan sistem kardiovaskular. Gejalanya lebih fatal, seperti:

  • Jantung berdebar lebih cepat dari normal
    Karena jantung di paksa bekerja lebih keras akibat gangguan metabolisme energi.
  • Sesak napas
    Umumnya terjadi saat aktivitas ringan karena jantung tidak memompa darah dengan efisien.
  • Pembengkakan pada kaki dan tungkai
    Disebabkan penumpukan cairan (edema).
  • Tekanan darah menurun
    Tubuh menjadi lemah, pusing, bahkan pingsan.
  • Pembesaran jantung (kardiomegali)
    Kemudian pada kasus berat, jantung membesar dan mengurangi fungsi pemompaan.
  1. Gejala Beri-Beri Infantil (Pada Bayi)

Bayi juga bisa terkena beri-beri jika ibu kekurangan vitamin B1. Gejalanya:

  • Rewel atau menangis terus-menerus
  • Hilang nafsu makan
  • Muntah
  • Napas cepat atau tidak normal
  • Pembengkakan pada tubuh
  • Sulit digerakkan atau tampak lemas

Kapan harus waspada? Jika seseorang mengalami kesemutan berlanjut, lemah otot, sesak napas, atau bengkak pada kaki, terutama jika pola makan kurang bergizi, sebaiknya segera memeriksakan diri. Beri-beri dapat memburuk cepat, namun penanganannya juga sangat efektif jika dilakukan sejak dini.

Mengenai Penyebab Penyakit Beri Beri

Berikut penjelasan lengkap Mengenai Penyebab Penyakit Beri Beri:

  1. Kekurangan Vitamin B1 (Tiamin) – Penyebab Utama

Beri-beri terjadi karena tubuh kekurangan vitamin B1 atau tiamin, yaitu vitamin penting yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi dan menjaga fungsi saraf serta jantung. Ketika tubuh tidak mendapatkan tiamin yang cukup, proses metabolisme terganggu dan menyebabkan kerusakan pada sistem saraf maupun kardiovaskular.

  1. Pola Makan yang Tidak Seimbang
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang mengandung tiamin dapat memicu beri-beri. Beberapa penyebabnya antara lain:
  • Terlalu banyak makan beras putih
    Proses penggilingan beras menghilangkan hampir seluruh vitamin B1 di bagian kulit ari. Jika di konsumsi tanpa lauk bergizi, risiko beri-beri meningkat.
  • Diet rendah nutrisi
    Orang yang jarang makan sumber protein, sayur, dan juga kacang-kacangan lebih berpotensi mengalami kekurangan vitamin B1.
  1. Alkoholisme Kronis

Konsumsi alkohol berlebihan dapat:

  • Mengganggu penyerapan vitamin B1
  • Meningkatkan kebutuhan tiamin dalam tubuh
  • Mengurangi nafsu makan sehingga memperburuk kekurangan nutrisi
  • Kondisi ini di kenal sebagai Wernicke–Korsakoff syndrome, suatu bentuk berat dari defisiensi tiamin.
  1. Gangguan Penyerapan Nutrisi

Beberapa penyakit atau kondisi medis membuat tubuh sulit menyerap tiamin dari makanan, seperti:

  • Penyakit usus (Crohn’s, celiac)
  • Diare berkepanjangan
  • Setelah operasi bariatrik
  • Gangguan hati berat
  • Hipertiroidisme (meningkatkan kebutuhan tiamin)
  1. Kehamilan dan Menyusui

Wanita hamil dan juga menyusui membutuhkan tiamin lebih banyak. Jika asupan kurang, ia dapat mengalami defisiensi dan berisiko melahirkan bayi dengan beri-beri infantil.

  1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Antitiamin

Beberapa makanan memiliki zat yang menghambat kerja vitamin B1, misalnya:

  • Ikan mentah tertentu
  • Teh dan kopi dalam jumlah sangat berlebihan
  • Daun teh basi
  • Jika di konsumsi berulang tanpa di imbangi gizi yang cukup, risiko kekurangan tiamin meningkat.
  1. Kondisi Sosial Ekonomi

Di beberapa wilayah, keterbatasan akses pangan bergizi menyebabkan masyarakat bergantung pada satu jenis makanan. Terutama beras putih, sehingga memperbesar peluang terjadinya beri-beri.

Pengobatan Penyakit Ini

Berikut penjelasan lengkap mengenai Pengobatan Penyakit Ini:

  1. Suplementasi Vitamin B1 (Tiamin) – Pengobatan Utama

Langkah pertama dan paling penting dalam mengobati beri-beri adalah pemberian tiamin dalam dosis tinggi. Metodenya tergantung tingkat keparahan:

  • Kasus ringan: di berikan suplemen tiamin oral
  • Kasus sedang hingga berat: di berikan tiamin melalui suntikan (intravenous atau intramuskular) untuk hasil cepat

Setelah kondisi stabil, pasien melanjutkan suplemen oral selama beberapa minggu

Perbaikan biasanya cepat. Gejala seperti kelemahan, kesemutan, atau sesak napas sering membaik dalam hitungan hari.

  1. Perbaikan Pola Makan

Selain suplemen, penderita perlu memperbaiki pola makan agar kekurangan tiamin tidak terjadi lagi. Dianjurkan untuk mengonsumsi:

  • Biji-bijian utuh (beras merah, gandum utuh)
  • Kacang-kacangan
  • Telur
  • Daging sapi, ayam, dan ikan
  • Sayuran hijau
  • Susu dan produk olahan
  • Roti yang difortifikasi vitamin B1

Tujuannya memastikan tubuh menerima asupan nutrisi lengkap setiap hari.

  1. Penanganan Komplikasi Beri-Beri Basah

Jika beri-beri menyerang jantung (wet beriberi), perlu penanganan tambahan seperti:

  • Obat diuretik untuk mengurangi pembengkakan
  • Obat penunjang fungsi jantung
  • Kemudian Pemantauan ketat di rumah sakit bila terjadi gagal jantung akut
  • Terapi oksigen jika pasien mengalami sesak berat

Kondisi ini berbahaya, sehingga pemberian tiamin harus dilakukan segera.

  1. Penanganan Beri-Beri Kering

Pada beri-beri kering yang menyerang saraf:

  • Diberikan terapi tiamin jangka panjang
  • Kemudian Fisioterapi untuk memulihkan kekuatan otot
  • Obat pereda nyeri saraf jika di perlukan

Kerusakan saraf biasanya pulih lebih lambat, tergantung seberapa lama defisiensi berlangsung.

  1. Pemberian Tiamin pada Ibu Menyusui

Jika bayi mengalami beri-beri infantil, ibu yang menyusui juga harus diberi suplemen tiamin untuk memastikan ASI mengandung cukup vitamin B1.

  1. Mengatasi Penyebab Utama

Dokter juga akan menangani faktor yang memicu beri-beri, seperti:

  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Mengobati penyakit usus yang mengganggu penyerapan nutrisi
  • Meningkatkan kebersihan makanan dan pola hidup

Itulah tadi beberapa pengobatan yang bisa di lakukan untuk Penyakit Beri Beri.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait