Site icon BeritaMedan24

NASA Tunda Peluncuran Misi Astronaut Karena Cuaca Dingin Ekstrem

NASA

NASA Tunda Peluncuran Misi Astronaut Akibat Cuaca Ekstrem

NASA Terpaksa Menunda Peluncuran Misi Berawak Terbaru Mereka Yang Di Rencanakan Mengelilingi Bulan Karena Cuaca Dingin Ekstrem. Yang melanda wilayah peluncuran di Kennedy Space Center, Florida. Keputusan ini menunjukkan betapa pentingnya faktor cuaca dalam operasi luar angkasa yang rumit dan berisiko tinggi.

Misi NASA yang di maksud adalah Artemis II, bagian dari program Artemis yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan setelah lebih dari 50 tahun sejak misi Apollo terakhir pada 1972. Peluncuran berawak ini awalnya di jadwalkan berlangsung awal Februari 2026, tetapi kini di tunda paling cepat hingga 8 Februari 2026 karena cuaca dingin ekstrem di kawasan Cape Canaveral. Kondisi suhu yang hampir membeku di perkirakan melanggar batasan cuaca aman yang telah di tetapkan NASA untuk operasi peluncuran.

Langkah pertama dari persiapan peluncuran adalah “wet dress rehearsal” — simulasi lengkap dengan pengisian bahan bakar roket dan uji hitung mundur. Tes ini di jadwalkan semula pada akhir Januari, tetapi di batalkan karena prakiraan cuaca yang memperlihatkan suhu yang terlalu rendah bagi prosedur sensitif tersebut. Wet dress rehearsal kemudian di jadwalkan ulang untuk awal Februari, dengan harapan dapat memberi titik awal bagi peluncuran yang lebih besar.

Cuaca Dingin yang Tidak Biasa

Suhu sangat dingin di Florida barat laut merupakan kejadian yang jarang terjadi, di mana wilayah biasanya di kenal dengan iklim subtropisnya. Gelombang udara dingin ini di deskripsikan sebagai “arctic outbreak” yang jarang terjadi, membawa suhu di bawah titik beku dan memperlambat persiapan teknis. Kondisi seperti ini menyebabkan tantangan tidak hanya bagi kendaraan luar angkasa, tetapi juga mekanisme peluncuran dan peralatan pendukung di permukaan.

NASA telah menetapkan standar cuaca tertentu untuk peluncuran. Sebagai contoh, suhu yang terlalu rendah dapat berdampak pada material roket, perangkat pengikat. Dan sistem bahan bakar yang bekerja dengan cryogenic. Ketika suhu udara lebih rendah dari weather constraints yang di izinkan. Seperti kurang dari sekitar 40 derajat Fahrenheit (sekitar 4,4 °C), proses pengisian bahan bakar dan peluncuran dapat menjadi berbahaya baik bagi awak maupun peralatan.

Ancaman pada Jadwal dan Jendela Peluncuran NASA

Penundaan ini membawa dampak pada jendela peluncuran yang sangat terbatas. NASA memiliki beberapa hari tertentu di awal Februari di mana peluncuran dapat di lakukan. Tetapi karena wet dress rehearsal tertunda, hari-hari tersebut kini berkurang. Peluang peluncuran pada 6 dan 7 Februari kini tidak lagi di pertimbangkan, sehingga 8 Februari, 10 Februari, dan 11 Februari menjadi peluang utama sebelum misi terpaksa di undur ke Maret jika kondisi tidak membaik.

Selain itu, penundaan ini berpotensi memengaruhi jadwal misi lain seperti pengiriman kru terbaru ke International Space Station (ISS). NASA harus menyeimbangkan dua misi besar yang hampir bersamaan, dan keputusan prioritas sering kali di perlukan berdasarkan kesiapan teknis dan kondisi cuaca.

Keselamatan Awak sebagai Prioritas Utama

Misi Artemis II membawa empat astronaut, termasuk tiga dari NASA dan satu astronaut dari Canadian Space Agency. Mereka adalah Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Spesialis Misi Christina Koch, dan Spesialis Misi Jeremy Hansen. Seluruh awak saat ini masih menjalani karantina di Houston, Texas sebelum melakukan perjalanan ke Florida untuk peluncuran.

Harapan dan Dampak Misi Artemis II

Misi Artemis II merupakan bagian penting dari ambisi NASA untuk memperluas eksplorasi manusia di luar angkasa. Termasuk rencana pendaratan di Bulan selanjutnya (Artemis III) dan akhirnya misi berawak ke Mars. Peluncuran ini menjadi puncak dari persiapan teknis dan ilmiah selama bertahun-tahun. Dengan tujuan membawa manusia kembali menjelajahi Bulan melalui orbit tanpa pendaratan.

Misi ini di proyeksikan berlangsung sekitar sepuluh hari, menguji sistem roket Space Launch System (SLS), kapsul Orion. Dan protokol- protokol lain yang akan di gunakan di misi-misi berikutnya. Keberhasilan Artemis II akan membuka jalan bagi generasi baru eksplorasi luar angkasa.

Exit mobile version